Setiap manusia punya aura yang merupakan salah
satu cermin sifat tersembunyi manusia. Aura juga merupakan warna mood
kita,sehingga kalau kita bermood jelek,maka aura akan berwarna gelap. Orang
yang memiliki aura yang terang dan positif,akan memberikan pengaruh ke
lingkungan sekitar dia berada. Keberadaannya akan membuat mood orang yang jelek
berubah menjadi lebih baik. Jadi,sebenarnya bagaimana caranya melihat aura
manusiaRabu, 26 Juni 2013
Cara melihat aura tubuh
Setiap manusia punya aura yang merupakan salah
satu cermin sifat tersembunyi manusia. Aura juga merupakan warna mood
kita,sehingga kalau kita bermood jelek,maka aura akan berwarna gelap. Orang
yang memiliki aura yang terang dan positif,akan memberikan pengaruh ke
lingkungan sekitar dia berada. Keberadaannya akan membuat mood orang yang jelek
berubah menjadi lebih baik. Jadi,sebenarnya bagaimana caranya melihat aura
manusiaMinggu, 23 Juni 2013
CIRI-CIRI ORANG BISA NGELEYAK "BERAJAH CINGING" TAKSU MAJALAH KEBUDAYAAN BALI
|
Jumat, 21 Juni 2013
PURA RAMBUT PETUNG
Di Pura Rambut Petung
'Mengayu-ayu', Mohon Kesejahteraan
Pura Rambut Petung terletak di Desa Pakraman Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem dipercaya sebagai pura Kahyangan Jagat stana Batara/Dewa Sangkara. Masyarakat setempat percaya guna mohon perlindungan agar terhindar dari marabahaya, menggelar persembahyangan mengayu-ayu. Seperti menghindari usaha peternakan ayam dari wabah flu burung, digelar mengayu-ayu, tirtha dimohon dari pura ini lalu dipercikkan ke pekarangan dan lokasi kandang peternakan.
Selama ini selain pangempon utama krama Desa Pakraman Pesedahan, juga pura setempat disungsung dari krama di desa sekitarnya seperti Tenganan Dauh Tukad, Sengkidu termasuk Nyuh Tebel dan sekitarnya. Klian Desa Pakraman Pasedahan Nyoman Wage, S.H. belum lama ini di desa setempat mengatakan, pura ini sudah diketahui keberadaannya tahun 1021. Hal itu dapat dibuktikan dari prasasti dan teks yang diterjemahkan dari Leiden, Belanda baru diperoleh 1985.
'Mengayu-ayu', Mohon Kesejahteraan
Pura Rambut Petung terletak di Desa Pakraman Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem dipercaya sebagai pura Kahyangan Jagat stana Batara/Dewa Sangkara. Masyarakat setempat percaya guna mohon perlindungan agar terhindar dari marabahaya, menggelar persembahyangan mengayu-ayu. Seperti menghindari usaha peternakan ayam dari wabah flu burung, digelar mengayu-ayu, tirtha dimohon dari pura ini lalu dipercikkan ke pekarangan dan lokasi kandang peternakan.
Selama ini selain pangempon utama krama Desa Pakraman Pesedahan, juga pura setempat disungsung dari krama di desa sekitarnya seperti Tenganan Dauh Tukad, Sengkidu termasuk Nyuh Tebel dan sekitarnya. Klian Desa Pakraman Pasedahan Nyoman Wage, S.H. belum lama ini di desa setempat mengatakan, pura ini sudah diketahui keberadaannya tahun 1021. Hal itu dapat dibuktikan dari prasasti dan teks yang diterjemahkan dari Leiden, Belanda baru diperoleh 1985.
Langganan:
Komentar (Atom)